Pada awal perkembangan dunia Internet, prediksi tingkat pertumbuhannya yang begitu luar biasa tidak diduga sebelumnya. Perkembangannya bukan saja dalam jumlah dan pemakai informasi di Internet, tapi juga pada keragaman informasi yang menjadi lebih heterogen, baik dari sisi teknologi, sintaktik, skematik maupun semantik.
Dengan metode tradisional yang hanya mengacu kepada pendekatan standarisasi, maka pertukaran informasi tetap sulit untuk mengatasi keragaman tersebut. Kesulitan ini timbul pada level konsep data, seperti penggunaan konsep ’nama’, ini bisa berarti nama personal, nama produk, nama perusahaan dan sebagainya. Dewasa ini dikembangkan metode untuk pertukaran informasi di Internet yang dikenal dengan Semantic Web yang memanfaatkan ontologi.
Dari sisi pengertian terdapat beberapa difinisi yang dikemukakan oleh para pakar menenai ontologi, yaitu :
Menurut Neches dan rekan,
“Sebuah ontologi merupakan definisi dari pengertian dasar dan relasi vocabulari dari sebuah area sebagaimana aturan dari kombinasi istilah dan relasi untuk mendefinisikan vokabulari”.
Menurut Gruber,
“Ontologi merupakan sebuah spesifikasi eksplisit dari konseptualisme”.
Borst, “Sebuah ontologi adalah spesifikasi formal dari sebuah konseptual yang diterima (share)”.
Menurut Studer,
“Konseptualisasi mengacu kepada sebuah model abstrak dari beberapa fenomena di dunia dengan memiliki identifikasi konsep yang relevan dari fenomena tersebut. Yang dimaksud dengan eksplisit adalah tipe dari konsep yang digunakan, dan batasan dari eksplisit yang digunakan. Shared adalah merefleksikan bahwa sebuah ontologi mencoba menangkap pengetahuan secara konsensus yang tidak merupakan hal yang hanya terk ait pada individu tetapi diterima oleh sebuah group/domain”.
Menurut Barnaras,
“Sebuah ontologi memberikan pengertian untuk penjelasan secara eksplisit dari konsep terhadap representasi pengetahuan pada sebuah knowledge base”.
Menurut Knight,
“Sebuah ontologi adalah sebuah struktur hirarki dari istilah untuk menjelaskan sebuah domain yang dapat digunakan sebagai landasan untuk sebuah knowledge base”.
Menurut Jeff Heflin,
“Ontologi mendefinisikan sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan merepresentasikan daerah pengetahuan. Ontologi digunakan bagi orang-orang, database, dan aplikasi yang perlu berbagi informasi domain (domain hanya daerah subyek tertentu atau bidang pengetahuan, seperti obat-obatan, alat manufaktur, real estate, perbaikan mobil, manajemen keuangan, dll). Ontologi termasuk definisi komputer yang digunakan dalam konsep dasar domain dan hubungan di antaranya”
Pada tinjauan filsafat, ontologi adalah studi tentang sesuatu yang nyata. Ontologi adalah suatu teori yang dapat menjelaskan tentang makna suatu objek, property dari suatu objek dan relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan.
Dalam bidang Artificial Intelligence (AI), ontologi memiliki dua pengertian yang saling berkaitan:
Merupakan representasi kosakata yang sering dikhususkan untuk domain atau subjek pembahasan tertentu.
Sebagai suatu body of knowledge untuk menjelaskan suatu bahasan tertentu. Bersama dengan beberapa set instances dari class membentuk sebuah knowledge base.
Ontologi memilki beberapa komponen yang dapat menjelaskan ontologi tersebut, diantaranya :
Konsep (Concept)
Digunakan dalam pemahaman yang luas. Sebuah konsep dapat sesuatu yang dikatakan, sehingga dapat pula merupakan penjelasan dari tugas, fungsi, aksi, strategi, dan sebagainya. Concept juga dikenal sebagai classes, object dan categories.
Relasi (relation)
Merupakan representasi sebuah tipe dari interaksi antara konsep dari sebuah domain. Secara formal dapat didefinisikan sebagai subset dari sebuah produk dari n set, R:C1 x C2 x…xCn. Sebagai contoh dari relasi binary termasuk subclass-of dan connected-to.
Fungsi (functions)
Adalah sebuah relasi khusus dimana elemen ke-n dari relasi adalah unik untuk elemen ke n-1. F:C1 x C2 x …Cn-1 – > Cn, contohnya adalah Mother-of.
Aksioma (axioms)
Digunakan untuk memodelkan sebuah sentence yang selalu benar.
Instances
Digunakan untuk merepresentasikan elemen.
Untuk dapat digunakan, sebuah ontologi harus diekspresikan dalam notasi yang nyata. Sebuah bahasa ontologi adalah sebuah bahasa formal dari sebuah pengembangan ontologi. Beberapa komponen yang menjadi struktur ontologi, antara lain :
XML (Extensible Markup Langguage)
Menyediakan sintaksis untuk output dokumen terstruktur, tetapi belum dipaksakan untuk dokumen XML menggunakan semantic constrains.
XML Schema
Bahasa untuk pembatasan struktur dari dokumen XML.
RDF (Resource Description Framework)
Model data untuk obyek (‘resources’) dan relasi diantaranya, menyediakan semantic yang sederhana untuk model data tersebut, dan data model ini dapat disajikan dalam sintaksis XML.
RDF Schema
Adalah kosakata untuk menjelaskan properties dan classes dari sumber RDF, dengan sebuah semantics untuk hirarki penyamarataan dari properties dan classes.
OWL (Ontologi Web Langguage)
Menambahkan beberapa kosakata untuk menjelaskan properties dan classes, antara lain : relasi antara classes (misalkan disjointness), kardinalitas (misalkan ‘tepat satu’), equality, berbagai tipe dari properties, karakteristik dari properties (misalkan symmetry), menyebutkan satu persatu classes.
Struktur lapisan ontologi ditunjukkan seperti gambar 1. Setiap lapis akan memiliki fungsi tambahan dan kompleksitas tambahan dari lapis sebelumnya. Pengguna atau user yang memiliki fungsi pemrosesan lapisan paling rendah dapat memahami walaupun tidak seluruh ontologi yang terletak di lapis atasnya.

Gambar 1. Struktur Lapisan Ontologi