Rabu, 26 Agustus 2009

Metadata

Metadata adalah istilah saja dari proses pengidentifikasian suatu atribut dan struktur dari sebuah data atau informasi. Konsep ini sudah lama ada hanya mungkin baru saja dikenalkan dan diketahui oleh banyak pihak setelah terjadinya revolusi di bidang Teknologi Informasi. Ada pihak yang menyebut istilah Metadata ini sebagai data yang menjelaskan sebuah data itu sendiri ( Data about data ). Banyak standar metadata yang sudah dipublikasikan saat ini, namun yang paling banyak dipakai adalah bentuk metadata MARC dan Dublin Core. Di Indonesia sendiri MARC sudah diadopsi menjadi INDOMARC.

MARC

Machine Readable Cataloging (MARC) merupakan salah satu hasil danjuga sekaligus salah satu syarat penulisan katalog koleksi bahan pustaka perpustakaan. Standar metadata katalog perpustakaan ini dikembangkan pertama kali oleh Library of Congress, format LC MARC ternyata sangat besar manfaatnya bagi penyebaran data katalogisasi bahan pustaka ke berbagai perpustakaan di Amerika Serikat. Keberhasilan ini membuat negara lain turut mengembangkan format MARC sejenis bagi kepentingan nasionalnya masing-masing.
Format INDOMARC merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) Format ISO 2719 untuk Indonesia, sebuah format untuk tukar-menukar informasi bibliografi melalui format digital atau media yang terbacakan mesin (machine-readable) lainnya. Informasi
bibliografi biasanya mencakup pengarang, judul, subyek, catatan, data penerbitan dan deskripsi fisik. Indomarc menguraikan format cantuman bibliografi yang sangat lengkap terdiri dari 700 elemen dan dapat mendeskripsikan dengan baik kebanyakan objek fisik sumber pengetahuan, seperti jenis monograf (BK), manuskrip (AM), dan terbitan berseri (SE) termasuk; Buku Pamflet, Lembar tercetak, Atlas, Skripsi, tesis dan disertasi (baik diterbitkan ataupun tidak), dan Jurnal
Buku Langka.

DUBLIN CORE

Dublin Core merupakan salah satu skema metadata yang digunakan untuk web resource description and discover. Dublin Core dihadirkan karena ada beberapa pihak yang merasa kurang sesuai untuk menggunakan bentuk MARC sehingga diadakan suatu kesepakatan menyusun sebuah metadata baru yang lebih mudah dan fleksibel serta mempunyai kemampuan untuk dikembangkan dibanding MARC.

Metadata Dublin Core memiliki beberapa kekhususan sebagai berikut:

a. Memiliki deskripsi yang sangat sederhana
b. Semantik atau arti kata yang mudah dikenali secara umum.
c. Expandable memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.


Kamis, 20 Agustus 2009

Service-Oriented Architectures (SOA)

Service-Oriented Architectures (SOA) adalah sebuah pemodelan perangkat lunak yang dibangun dengan pendekatan service oriented. Service oriented sendiri merupakan sebuah pendekatan yang memiliki visi ideal di mana setiap resource dari perangkat lunak terpartisi secara bersih satu sama lain. Setiap resource ini disebut dengan service. Service ini merepresentasikan sebuah business logic atau automation logic dalam sebuah sistem besar. Setiap service memiliki otonomi sendiri yang membuatnya tidak tergantung satu sama lain. Setiap service dapat berkomunikasi satu sama lain melalui sebuah protokol yang sudah terstandardisasi sehingga memudahkan untuk melakukan integrasi service baru dan penyusunan ulang kumpulan service yang disebabkan proses bisnis yang berubah.
enkapsulasi.JPG

Gambar 1 Bagaimana service mengenkapsulasi logic

Saat ini, SOA merupakan sebuah solusi yang baik untuk permodelan sistem di perusahaan atau organisasi besar. Sebab, permodelan ini memiliki banyak kelebihan, diantaranya:
  1. Dapat menyatukan berbagai sistem yang memiliki platform berbeda, seperti J2EE dan .NET. sebab dengan pendekatan ini, yang pengembang akan memilih untuk membangun sebuah layer di atas sistem รข€“ sistem tersebut yang dapat saling berkomunikasi dengan pesan yang sudah distandardisasi, misalnya menggunakan teknologi XML. Dalam sudut pandang SOA, kedua sistem itu masing-masingnya akan dianggap sebagai service.
  2. Tahan terhadap perubahan. Perusahaan atau organisasi besar seringkali berubah struktur untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja. Akibatnya, perangkat lunak juga terkena imbas untuk menyesuaikan diri terhadap proses bisnis yang baru. Permodelan perangkat lunak dengan SOA akan mengurangi effort untuk modifikasi perangkat lunak tersebut. Sebab, karena seluruh logic dari sistem sudah terpartisi secara bersih menjadi sekumpulan services, kita hanya perlu menyusun ulang seluruh service tersebut dan jika perlu menambahkan yang baru. Hal ini jelas mengurangi biaya.

Web Services seringkali dikaitkan atau bahkan disamakan dengan SOA. Namun sebenarnya keduanya adalah hal yang sangat berbeda. SOA adalah sebuah konsep untuk pengembangan perangkat lunak, sementara Web Services adalah sebuah aplikasi web yang berinteraksi dengan aplikasi web lainnya untuk pertukaran data[2]. Pembangunan SOA tidak harus menggunakan Web Services, sebab ada bermacam-macam teknologi lain yang memungkinkan, tapi menggunakan Web Services untuk membangun sebuah sistem SOA adalah langkah yang baik [1].








Rabu, 19 Agustus 2009

Onthology Web Language (OWL)

Pada awal perkembangan dunia Internet, prediksi tingkat pertumbuhannya yang begitu luar biasa tidak diduga sebelumnya. Perkembangannya bukan saja dalam jumlah dan pemakai informasi di Internet, tapi juga pada keragaman informasi yang menjadi lebih heterogen, baik dari sisi teknologi, sintaktik, skematik maupun semantik.


Dengan metode tradisional yang hanya mengacu kepada pendekatan standarisasi, maka pertukaran informasi tetap sulit untuk mengatasi keragaman tersebut. Kesulitan ini timbul pada level konsep data, seperti penggunaan konsep ’nama’, ini bisa berarti nama personal, nama produk, nama perusahaan dan sebagainya. Dewasa ini dikembangkan metode untuk pertukaran informasi di Internet yang dikenal dengan Semantic Web yang memanfaatkan ontologi.

Dari sisi pengertian terdapat beberapa difinisi yang dikemukakan oleh para pakar menenai ontologi, yaitu :


Menurut Neches dan rekan,
“Sebuah ontologi merupakan definisi dari pengertian dasar dan relasi vocabulari dari sebuah area sebagaimana aturan dari kombinasi istilah dan relasi untuk mendefinisikan vokabulari”.

Menurut Gruber,

“Ontologi merupakan sebuah spesifikasi eksplisit dari konseptualisme”.

Borst, “Sebuah ontologi adalah spesifikasi formal dari sebuah konseptual yang diterima (share)”.

Menurut Studer,

“Konseptualisasi mengacu kepada sebuah model abstrak dari beberapa fenomena di dunia dengan memiliki identifikasi konsep yang relevan dari fenomena tersebut. Yang dimaksud dengan eksplisit adalah tipe dari konsep yang digunakan, dan batasan dari eksplisit yang digunakan. Shared adalah merefleksikan bahwa sebuah ontologi mencoba menangkap pengetahuan secara konsensus yang tidak merupakan hal yang hanya terk ait pada individu tetapi diterima oleh sebuah group/domain”.


Menurut Barnaras,
“Sebuah ontologi memberikan pengertian untuk penjelasan secara eksplisit dari konsep terhadap representasi pengetahuan pada sebuah knowledge base”.


Menurut Knight,
“Sebuah ontologi adalah sebuah struktur hirarki dari istilah untuk menjelaskan sebuah domain yang dapat digunakan sebagai landasan untuk sebuah knowledge base”.


Menurut Jeff Heflin,
“Ontologi mendefinisikan sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan dan merepresentasikan daerah pengetahuan. Ontologi digunakan bagi orang-orang, database, dan aplikasi yang perlu berbagi informasi domain (domain hanya daerah subyek tertentu atau bidang pengetahuan, seperti obat-obatan, alat manufaktur, real estate, perbaikan mobil, manajemen keuangan, dll). Ontologi termasuk definisi komputer yang digunakan dalam konsep dasar domain dan hubungan di antaranya”


Pada tinjauan filsafat, ontologi adalah studi tentang sesuatu yang nyata. Ontologi adalah suatu teori yang dapat menjelaskan tentang makna suatu objek, property dari suatu objek dan relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan.


Dalam bidang Artificial Intelligence (AI), ontologi memiliki dua pengertian yang saling berkaitan:

Merupakan representasi kosakata yang sering dikhususkan untuk domain atau subjek pembahasan tertentu.

Sebagai suatu body of knowledge untuk menjelaskan suatu bahasan tertentu. Bersama dengan beberapa set instances dari class membentuk sebuah knowledge base.

Ontologi memilki beberapa komponen yang dapat menjelaskan ontologi tersebut, diantaranya :

Konsep (Concept)

Digunakan dalam pemahaman yang luas. Sebuah konsep dapat sesuatu yang dikatakan, sehingga dapat pula merupakan penjelasan dari tugas, fungsi, aksi, strategi, dan sebagainya. Concept juga dikenal sebagai classes, object dan categories.

Relasi (relation)

Merupakan representasi sebuah tipe dari interaksi antara konsep dari sebuah domain. Secara formal dapat didefinisikan sebagai subset dari sebuah produk dari n set, R:C1 x C2 x…xCn. Sebagai contoh dari relasi binary termasuk subclass-of dan connected-to.

Fungsi (functions)

Adalah sebuah relasi khusus dimana elemen ke-n dari relasi adalah unik untuk elemen ke n-1. F:C1 x C2 x …Cn-1 – > Cn, contohnya adalah Mother-of.

Aksioma (axioms)

Digunakan untuk memodelkan sebuah sentence yang selalu benar.

Instances

Digunakan untuk merepresentasikan elemen.

Untuk dapat digunakan, sebuah ontologi harus diekspresikan dalam notasi yang nyata. Sebuah bahasa ontologi adalah sebuah bahasa formal dari sebuah pengembangan ontologi. Beberapa komponen yang menjadi struktur ontologi, antara lain :

XML (Extensible Markup Langguage)

Menyediakan sintaksis untuk output dokumen terstruktur, tetapi belum dipaksakan untuk dokumen XML menggunakan semantic constrains.

XML Schema

Bahasa untuk pembatasan struktur dari dokumen XML.

RDF (Resource Description Framework)

Model data untuk obyek (‘resources’) dan relasi diantaranya, menyediakan semantic yang sederhana untuk model data tersebut, dan data model ini dapat disajikan dalam sintaksis XML.

RDF Schema

Adalah kosakata untuk menjelaskan properties dan classes dari sumber RDF, dengan sebuah semantics untuk hirarki penyamarataan dari properties dan classes.

OWL (Ontologi Web Langguage)

Menambahkan beberapa kosakata untuk menjelaskan properties dan classes, antara lain : relasi antara classes (misalkan disjointness), kardinalitas (misalkan ‘tepat satu’), equality, berbagai tipe dari properties, karakteristik dari properties (misalkan symmetry), menyebutkan satu persatu classes.

Struktur lapisan ontologi ditunjukkan seperti gambar 1. Setiap lapis akan memiliki fungsi tambahan dan kompleksitas tambahan dari lapis sebelumnya. Pengguna atau user yang memiliki fungsi pemrosesan lapisan paling rendah dapat memahami walaupun tidak seluruh ontologi yang terletak di lapis atasnya.

gmb1_ontologi

Gambar 1. Struktur Lapisan Ontologi

WEB SEMANTIK

Web semantik adalah sebuah pengetahuan yang merujuk kepada kemampuan aplikasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.
Homonim adalah sebuah istilah yang digunakan untuk sebuah kata yang memiliki arti yang berbeda dalam sebuah kalimat.
Sinonim adalah sebuah istilah yang digunakan untuk sekumpulan kata yang berbeda, namun mempunyai arti yang sama sama.

Istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu Word Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Network Schema) dan OWL.